Digital Engineering vs Digital Transformation: Apa Bedanya?

“Bukannya digital engineering itu sama saja dengan digital transformation?”

Pertanyaan ini sering muncul, dan sekilas memang terdengar masuk akal. Keduanya sama-sama membahas bagaimana organisasi beradaptasi dengan teknologi baru, memperbarui cara kerja, dan menjadi lebih modern. Namun, jika dianggap sama, justru bisa menimbulkan kebingungan dan ekspektasi yang salah.

Melalui berbagai diskusi dengan para ahli dan praktisi, perbedaan antara kedua konsep ini sebenarnya cukup jelas—meskipun sering disalahpahami.

Digital Transformation: Perubahan Besar di Seluruh Organisasi

Digital transformation (transformasi digital) adalah konsep yang sangat luas. Ini mencakup perubahan besar dalam cara sebuah organisasi bekerja secara keseluruhan.

Transformasi ini tidak hanya terjadi di bidang teknologi, tetapi juga mencakup:

  • Cara karyawan dilatih

  • Proses bisnis sehari-hari

  • Sistem pemasaran dan penjualan

  • Proses pengadaan (misalnya di industri pertahanan atau penerbangan)

Singkatnya, digital transformation adalah tentang bagaimana seluruh organisasi beroperasi di era digital.

Contohnya, sebuah perusahaan mungkin mengubah cara mereka mengelola data pelanggan, mengotomatisasi proses penjualan, atau mengintegrasikan berbagai sistem agar saling terhubung. Semua itu termasuk dalam digital transformation.

Digital Engineering: Fokus pada Proses Teknik

Berbeda dengan digital transformation, digital engineering adalah bagian yang lebih spesifik. Fokusnya hanya pada tim atau departemen yang berkaitan dengan pengembangan produk atau sistem.

Digital engineering berkaitan dengan bagaimana proses teknik dilakukan, seperti:

  • Mendesain produk

  • Mengembangkan sistem

  • Melakukan pengujian

  • Memelihara produk

Jadi, jika digital transformation adalah “payung besar”, maka digital engineering adalah salah satu bagian di dalamnya yang khusus menangani proses engineering.

Yang penting untuk dipahami, digital engineering bukanlah proyek yang selesai dalam waktu tertentu. Ini adalah cara kerja yang terus dilakukan.

Tidak Ada Kata “Selesai” dalam Digital Engineering

Salah satu perbedaan utama antara kedua konsep ini adalah soal “kapan selesai”.

Digital transformation sering dianggap memiliki titik akhir. Misalnya, ketika semua sistem sudah digital, perusahaan bisa dianggap “sudah bertransformasi”.

Namun, digital engineering tidak seperti itu.

Digital engineering adalah proses yang terus berkembang. Setelah diterapkan, perusahaan harus terus meningkatkan dan menyesuaikannya. Ini mirip seperti metode kerja, bukan proyek sekali jadi.

Mengukur Kemajuan: Bukan Sekadar Checklist

Untuk memahami seberapa baik sebuah organisasi menerapkan digital engineering, kita tidak bisa hanya melihat checklist atau daftar tugas yang sudah selesai.

Sebaliknya, kita perlu melihat tingkat kematangan (maturity), seperti:

  • Seberapa terhubung data antar sistem

  • Apakah sudah ada satu sumber data utama yang terpercaya

  • Seberapa otomatis proses yang dilakukan

  • Seberapa cepat tim bisa menganalisis dampak perubahan

Selain itu, ada juga indikator sederhana seperti:

  • Apakah masih banyak pekerjaan manual?

  • Seberapa cepat tim bisa merespons perubahan?

  • Apakah risiko bisa diminimalkan?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa menunjukkan apakah digital engineering benar-benar diterapkan atau hanya sekadar konsep.

Tujuan Ideal Digital Engineering

Tujuan utama dari digital engineering adalah membuat proses engineering menjadi lebih efisien dan terintegrasi.

Dalam kondisi ideal, semua proses bisa:

  • Disimulasikan

  • Diverifikasi (diperiksa kebenarannya)

  • Diotomatisasi

Dengan begitu, proses engineering bisa langsung terhubung dengan sistem lain, seperti pipeline CI/CD (Continuous Integration dan Continuous Deployment).

Semakin banyak proses yang masih dilakukan di luar sistem ini, maka semakin banyak pula potensi pemborosan.

Contoh Nyata: Ketika Terjadi Masalah

Bayangkan sebuah produk mengalami masalah di lapangan, misalnya perangkat tidak berfungsi dengan baik dalam kondisi tertentu.

Pertanyaannya:

  • Apakah masalahnya ada di software?

  • Atau di sensor?

  • Atau di desain mekanik?

Dengan digital engineering yang matang, tim bisa dengan cepat:

  • Menemukan penyebab masalah

  • Memahami dampaknya ke sistem lain

  • Menentukan solusi terbaik

Misalnya, apakah cukup dengan update software, mengganti komponen, atau perlu desain ulang.

Kemampuan untuk merespons dengan cepat dan tepat ini adalah tanda bahwa digital engineering sudah berjalan dengan baik.

Mengapa Perbedaan Ini Penting?

Jika digital engineering dan digital transformation dianggap sama, maka bisa terjadi kesalahpahaman.

Misalnya:

  • Tim mengira pekerjaan sudah selesai, padahal baru mulai

  • Perusahaan meremehkan usaha yang dibutuhkan untuk perubahan jangka panjang

Dengan memahami bahwa digital engineering adalah bagian dari digital transformation, perusahaan bisa lebih fokus dalam menentukan strategi dan investasi.

Kesimpulan

Digital transformation adalah perubahan besar yang mencakup seluruh organisasi.

Digital engineering adalah cara kerja khusus dalam bidang teknik yang menjadi bagian dari transformasi tersebut.

Memahami perbedaan ini bukan hanya soal istilah, tetapi sangat penting untuk membantu organisasi menjadi lebih adaptif, responsif, dan inovatif di era digital.

Di industri seperti penerbangan dan pertahanan, perbedaan ini bahkan sangat krusial. Transformasi digital sudah berlangsung lama, dan digital engineering menjadi kunci dalam bagaimana produk dan sistem dikembangkan.

Ke depan, organisasi yang mampu menggabungkan keduanya dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia yang terus berubah.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan mathworks indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi mathworks.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!