Tahukah Anda bahwa ada jenis tikus yang bisa bernyanyi? Meskipun terdengar seperti cerita fiksi, hewan ini benar-benar ada di dunia nyata. Namanya adalah Alston’s Singing Mouse (Scotinomys teguina), yaitu spesies tikus yang hidup di wilayah Amerika Tengah dan dikenal karena kemampuannya menghasilkan suara bernada tinggi yang menyerupai nyanyian.
Suara unik tersebut tidak hanya menarik perhatian para pecinta satwa, tetapi juga menjadi objek penelitian para ilmuwan yang ingin memahami bagaimana otak mamalia menghasilkan suara dan berkomunikasi. Untuk membantu penelitian ini, para ilmuwan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama DeepSqueak.
Mengenal Tikus Penyanyi Alston
Berbeda dengan tikus rumah biasa yang hanya mengeluarkan suara mencicit, Alston’s Singing Mouse mampu menghasilkan rangkaian suara yang lebih kompleks dan terstruktur. Suara tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama tikus, terutama saat mempertahankan wilayah atau menarik pasangan.
Menariknya, sebagian besar suara yang dihasilkan berada pada frekuensi ultrasonik, yaitu frekuensi yang terlalu tinggi untuk didengar oleh telinga manusia. Oleh karena itu, suara tersebut harus direkam menggunakan peralatan khusus sebelum dapat dianalisis.
Keunikan inilah yang membuat para ilmuwan tertarik mempelajari bagaimana otak tikus penyanyi bekerja dibandingkan dengan tikus laboratorium biasa (Mus musculus).
Penelitian tentang Otak Tikus Penyanyi
Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature, peneliti yang dipimpin oleh Emily Isko mempelajari perbedaan struktur dan fungsi otak antara tikus penyanyi dan tikus laboratorium.
Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana sistem saraf mengontrol kemampuan menghasilkan suara yang kompleks. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang proses komunikasi pada mamalia, termasuk manusia.
Namun, ada satu tantangan besar dalam penelitian seperti ini. Para peneliti harus menganalisis ribuan rekaman suara ultrasonik yang dihasilkan oleh tikus. Melakukan analisis secara manual tentu akan memakan waktu sangat lama dan berisiko menghasilkan kesalahan.
Di sinilah DeepSqueak berperan.
Apa Itu DeepSqueak?
DeepSqueak adalah perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan dan deep learning yang dirancang untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menganalisis suara ultrasonik yang dihasilkan hewan, terutama tikus dan hewan pengerat lainnya.
Software ini dikembangkan oleh para peneliti dari University of Washington dan tersedia secara gratis melalui GitHub maupun MATLAB File Exchange.
Nama DeepSqueak berasal dari gabungan kata:
-
Deep yang merujuk pada teknologi deep learning
-
Squeak yang berarti suara mencicit yang dihasilkan tikus
Dengan bantuan AI, DeepSqueak mampu melakukan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga manusia dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Bagaimana Cara Kerja DeepSqueak?
Secara sederhana, DeepSqueak bekerja seperti sistem pengenalan objek pada foto, tetapi objek yang dideteksi bukan gambar melainkan suara.
Ketika rekaman suara dimasukkan ke dalam sistem, DeepSqueak akan:
-
Mendeteksi keberadaan suara ultrasonik
-
Memisahkan suara yang relevan dari kebisingan lingkungan
-
Mengelompokkan jenis suara yang berbeda
-
Menampilkan hasil analisis dalam bentuk visual yang mudah dipahami
Teknologi deep learning memungkinkan sistem belajar dari ribuan contoh suara sehingga mampu mengenali pola suara dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Hasilnya, proses yang sebelumnya memerlukan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit atau jam.
Mengapa DeepSqueak Penting?
Dalam penelitian biologi dan ilmu saraf, komunikasi suara pada hewan merupakan sumber informasi yang sangat berharga.
Melalui suara, peneliti dapat mengetahui berbagai kondisi hewan, seperti:
-
Tingkat stres
-
Kondisi kesehatan
-
Perilaku sosial
-
Respons terhadap obat
-
Perkembangan gangguan neurologis
Karena itu, kemampuan mendeteksi dan menganalisis suara secara akurat sangat penting.
Sebelum adanya DeepSqueak, banyak laboratorium harus melakukan analisis secara manual dengan mendengarkan dan memeriksa rekaman satu per satu. Selain memakan waktu, metode ini juga rentan terhadap perbedaan interpretasi antar peneliti.
Dengan otomatisasi berbasis AI, hasil analisis menjadi lebih cepat, konsisten, dan dapat diandalkan.
Digunakan di Ratusan Penelitian
Keberhasilan DeepSqueak terlihat dari tingkat adopsinya di komunitas ilmiah.
Makalah ilmiah yang memperkenalkan DeepSqueak telah dikutip oleh lebih dari 400 penelitian di berbagai bidang. Angka ini menunjukkan bahwa software tersebut telah menjadi salah satu alat penting dalam penelitian bioakustik modern.
Bioakustik sendiri adalah cabang ilmu yang mempelajari suara yang dihasilkan makhluk hidup dan bagaimana suara tersebut digunakan untuk berkomunikasi.
Selain penelitian tikus, teknologi serupa juga dapat diterapkan pada berbagai hewan lain yang menggunakan suara sebagai sarana komunikasi.
Integrasi dengan MATLAB
Salah satu keunggulan DeepSqueak adalah kemampuannya berjalan di lingkungan MATLAB, platform komputasi teknis yang banyak digunakan oleh peneliti dan insinyur di seluruh dunia.
Setelah menginstal DeepSqueak melalui MATLAB File Exchange, pengguna dapat menjalankannya dengan perintah sederhana:
DeepSqueak
Perintah tersebut akan membuka antarmuka grafis yang memudahkan pengguna melakukan analisis tanpa harus menulis banyak kode pemrograman.
Hal ini membuat DeepSqueak dapat digunakan tidak hanya oleh ahli AI atau programmer, tetapi juga oleh peneliti biologi yang memiliki pengalaman pemrograman terbatas.
Kesimpulan
DeepSqueak merupakan contoh nyata bagaimana kecerdasan buatan dapat mempercepat penelitian ilmiah. Dengan memanfaatkan teknologi deep learning, software ini mampu mendeteksi dan menganalisis suara ultrasonik hewan secara otomatis, cepat, dan akurat.
Keberadaan DeepSqueak membantu para ilmuwan memahami perilaku dan komunikasi hewan, termasuk tikus penyanyi Alston yang unik. Lebih dari itu, teknologi ini membuka peluang baru dalam penelitian neurosains, perilaku hewan, dan kesehatan.
Di era AI saat ini, alat seperti DeepSqueak menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bukan hanya digunakan untuk chatbot atau kendaraan otonom, tetapi juga dapat membantu mengungkap rahasia dunia alam yang selama ini sulit dipahami manusia.
mathworks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi mathworks.
Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
